Al-Qur'an Surat Al-Qasas Ayat 21, Ayat 22, Ayat 23, Ayat 24, dan Ayat 25 Lengkap Dengan Artinya / Terjemahannya
28:21
فَخَرَجَ
مِنْهَا خَاۤىِٕفًا يَّتَرَقَّبُ ۖقَالَ رَبِّ نَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ
الظّٰلِمِيْنَ ࣖ - ٢١
Maka keluarlah dia (Musa) dari kota itu dengan rasa takut,
waspada (kalau ada yang menyusul atau menangkapnya), dia berdoa, “Ya Tuhanku,
selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu.”
28:22
وَلَمَّا
تَوَجَّهَ تِلْقَاۤءَ مَدْيَنَ قَالَ عَسٰى رَبِّيْٓ اَنْ يَّهْدِيَنِيْ سَوَاۤءَ
السَّبِيْلِ - ٢٢
Dan ketika dia menuju ke arah negeri Madyan dia berdoa lagi,
“Mudah-mudahan Tuhanku memimpin aku ke jalan yang benar.”
28:23
وَلَمَّا
وَرَدَ مَاۤءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ اُمَّةً مِّنَ النَّاسِ يَسْقُوْنَ ەۖ
وَوَجَدَ مِنْ دُوْنِهِمُ امْرَاَتَيْنِ تَذُوْدٰنِۚ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا
ۗقَالَتَا لَا نَسْقِيْ حَتّٰى يُصْدِرَ الرِّعَاۤءُ وَاَبُوْنَا شَيْخٌ كَبِيْرٌ
- ٢٣
Dan ketika dia sampai di sumber air negeri Madyan, dia menjumpai
di sana sekumpulan orang yang sedang memberi minum (ternaknya), dan dia
menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang perempuan sedang menghambat
(ternaknya). Dia (Musa) berkata, “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?”
Kedua (perempuan) itu menjawab, “Kami tidak dapat memberi minum (ternak kami),
sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternaknya), sedang ayah kami
adalah orang tua yang telah lanjut usianya.”
28:24
فَسَقٰى
لَهُمَا ثُمَّ تَوَلّٰىٓ اِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ اِنِّيْ لِمَآ اَنْزَلْتَ
اِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ - ٢٤
Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu,
kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya
aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan (makanan) yang Engkau turunkan
kepadaku.”
28:25
فَجَاۤءَتْهُ
اِحْدٰىهُمَا تَمْشِيْ عَلَى اسْتِحْيَاۤءٍ ۖقَالَتْ اِنَّ اَبِيْ يَدْعُوْكَ
لِيَجْزِيَكَ اَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَاۗ فَلَمَّا جَاۤءَهٗ وَقَصَّ عَلَيْهِ
الْقَصَصَۙ قَالَ لَا تَخَفْۗ نَجَوْتَ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ - ٢٥
Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua
perempuan itu berjalan dengan malu-malu, dia berkata, “Sesungguhnya ayahku
mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikan)mu memberi
minum (ternak) kami.” Ketika (Musa) mendatangi ayahnya dan dia menceritakan
kepadanya kisah (mengenai dirinya), dia berkata, “Janganlah engkau takut!
Engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu.”